Setiap malam menjelang tidur , aku selalu berharap  bahwa  paginya saat aku terbangun bibirku tersenyum dan hatiku berbunga-bunga. Bahagia bukan karena jatuh cinta, namun aku menginginkan hidup bebas alias semua hal dijalani dengan enteng. Sebagai rasa syukur yang tidak terhingga atas karunia Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Namun tetap saja malam-malam yang indah untuk menikmati tidur pulas, aku selalu terbangun pada kondisi dimana aku merasa sedih dan hampa. Kadang menangis, kadang melamun dan sebagainya.

Aku benci dengan rasa kehilangan dan mengingat  orang yang tidak pantas kuingat, aku benci  menangis semalam dan khayalan yang tidak berarti, aku ingin baik2 saja.

Waktu terus berjalan , TPPAku (baca: Tugas Pendahuluan Proyek Akhir) semakin didepan mata. Namun aku belum siap apa2. Rasa sedih yang berlarut-larut membuat motivasiku untuk bangkit melemah. Namun aku merasa semuanya harus diubah, walaupun dengan susah payah.

Kuliah yang dipenghujung semester seharusnya membuatku lebih termotivasi lagi. Karena masa-masa indah ini pasti akan berakhir dan suatu saat nanti  ingin kembali pada masa-masa ini.

Hmmm….bicara tentang TPPA, aku belum menemui dosen pembimbing kedua yang mengurusi laporan TPPA-ku, ayok…semangat-semangat. Jangan sampai patah hati yang berkepanjangan membuatku sedih berlarut-larut .

Advertisement